Cerita Seram Horor Nyata Jatuh Cinta Dengan Hantu Gentayangan

Cerita Kisah Nyata Hantu Gentayangan Paling Seram Dan Nyata Terbaru

Cerita Seram  .Kisah nyata penampakan hantu seram di sebuah restoran yang awalnya terlihat normal namun sebenarnya bukan didunia nyata.Cerita hantu cerita seram saksi hantu ini oleh seorang pemuda yang mampir kesebuah restoran.Kisah nyata atau cerita horor ini menambah koleksi kumpulan cerita misteri horor nyata terbaru.

Cerita Hantu Nyata Seram Dan Menakutkan Terbaru Bikin Merinding

cerita misteri mistis seram nyata terbaru penampakan hantu gentayangan

Di Sebuah pintu masuk rumah makan itu, aku berpapasan dengan Pak Handoyo.
“Selamat datang anak muda, silakan duduk di mana anak muda sukai,” ujarnya padaku.

“Terima kasih Pak Handoyo,” jawabku.
                                                                             
“Malam ini anak muda mau pesan màkanan apa?’’

“Seperti biasa Pak, nasi goreng saja,” kataku sambil menunjukkan tempat duduk yang kosong di sudut pojokan.

Tak jauh dari tempat dudukku terlihat Maryam sedang berdiri membelakangiku. Saat itu, Maryam sedang tengah melayani seorang ibu dan lelaki tua yang memesan makanan.Maryam tidak tahu kalau aku tengah memperhatikannya. Kutelusuri lekuk-lekuk tubuhnya yang indah, Maryam memang seorang wanita yang patut aku kagumi.

Dalam benak otakku tersirat pertanyaan-pertanyaan konyol yang tak membuahkan jawaban. Apakah hanya cuma aku seorang yang mengagumi Maryam? Atau masih ada laki-laki lain yang juga naksir padanya? Hayalku yang jauh melayang ingin sekali melacak tentang kebenaran yang belum aku ketahui kepastiannya.

Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara yang memanggilku, dengan membawa dua porsi nasi goreng. Lalu meletakkannya di atas mejaku. Sekuntum senyum mekar tersungging dibibirnya yang merekah basah.

“Mana teman satunya Iagi” tanyanya Iangsung yang mengira aku datang berdua.

“Satunya lagi siapa ya Kamu aja deh gimana,” kataku sambil senyum.

“Aku?” Maryam tercengang heran.

“Sengaja kupesan dua, karena aku ingin sekali mengajakmu makan bersama malam ini. Mau kan?”

Maryam tak menolak. Lalu ia duduk berhadapan denganku. Setelah ngobrol ngalur-ngidul sambil menikmati nasi goreng, ternyata malam itu aku masih ada harapan lampu hijau untuk bisa mengambil hati Maryam.

Lama Ia terpana di hadapanku, kulihat tatapan matanya mengitari relung-relung wajahku.

“Hanya yang kupikirkan selama ini, apakah aku dapat hidup bersamamu untuk selama-Iamanya seperti yang kau katakan itu?”

“Mengapa tidak, kalau itu telah menjadi tekad kita berdua.”

“Walau tekad kita sebulat apapun, cita cita kita tak mungkin terlaksana. Karena cinta kita cinta yang semu?”

“Kau tidak bercanda bukan?”
                                                          
“Tidak Surya, aku berkata apa adanya. Hidupku ini tak ubahnya segumpal awan putih yang berarak di langit. Datang dengan tiba-tiba dan pergi begitu saja. Hidup manusia tak lepas dari takdir. Takdir jualah yang memisahkan kita?”

“Maryam. Kau tidak percaya kalau aku mencintai kamu?”

“Percaya, aku sangat percaya, mengapa tidak. Akupun sangat mencintaimu. Justru yang aku katakan semua itu padamu agar kau mengerti siapa aku sebenarnya?”

Aku tak mengerti apa maksud kata katanya itu. Kuraih lengannya. Kuremas jari jemari tangannya. Lalu kukecup keningnya. Dingin kurasakan. Maryam berkata begitu seperti ada garis halus yang memisahkan antara cintaku dan cintanya. Namun Maryam tidak mau mengatakan semua dibalik itu.

Malam semakin larut, pengunjung rumah makan Pak Handoyo pun mulai sepi. Mungkin juga rumah makan itu segera akan ditutup. Dengan tiba-tiba aku baru sadar kalau Pak Handoyo menegurku.

“Taka apa-apa, teruskan ngobrol kalian berdua. Tapi ingat, rumah makan ini akan segera bapak tutup.”

“Oh ya, maafkan aku Pak,” jawabku singkat.

Keesokan harinya, niatku untuk berkunjung dan mengajak Maryam jalan-jalan serta melanjutkan pembicaraan yang belum usai semalam. Aku harus menjemputnya sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama-sama.

Tepatnya jam 10.00 pagi, aku harus menjemput Maryam di rumah makannya. Sesampainya di tempat tujuan aku tiba-tiba terkejut melihat rumah makan tersebut, ternyata rumah makan itu telah hangus terbakar oleh lalapan api. Aku tak percaya dengan kejadian ini semuanya, melihat pemandangan sepenti ini aku berdiri saja mematung di muka tumpukan kayu-kayu yang sudah jadi arang dan puing-puing yang berserakan.

Dalam benakku bertanya-tanya, sejak kapan kebakaran ini terjadi, dan kemanakah keluarga Pak Handoyo mengungsi?

Cerita singkat cerpen horor hantu gentayangan


Di kejauhan mataku melihat sosok seorang perempuan tua yang tengah berdiri di muka pintu rumahnya. Rupanya, perempuan tua itu, mungkin sejak tadi tengah memperhatikan aku. Dengan Iangkah gontai kuhampiri perempuan tua yang sudah kusut karena keriputnya sudah termakan usia.

Sebelum sempat aku bertanya, perempuan tua itu telah mendahuui bertanya padaku.

“Mau cari siapa?” tanyanya padaku.

“Aku ingin bertemu dengan PakHandoyo pemilik rumah makan itu. Di mana beliau kini berada?’’

“Pak Handoyo beserta keluarganya telah meninggal dunia. Sebulan yang lalu ketika rumah makannya itu terbakar, Pak Handoyo beserta anak istrinya turut ikut terbakar.”

“Pak Handoyo dan anak istrinya telah meninggal dunia? Ah! Itu tidak mungkin. Semalam aku masih berkunjung ke rumah makan itu dan sempat ngobrol dengannya.”

Mendengar jawabanku, perempuan tua itu menampakkan ketakutan di raut wajahnya, ia tertegun. Tanpa banyak bicara lagi perempuan tua itu terburu-buru masuk ke dalam rumahnya, lalu mengunci pintunya.

Hanya tinggallah aku seorang diri yang berdiri mematung di muka rumah perempuan tua itu.Mengapa Mayam bisa mengatakan begitu padaku, bahwa antara aku dengannya tak mungkin dapat hidup bersama. Baru aku mengerti sekarang. Rupanya itu suatu tanda bahwa Maryam telah meninggal.

Oh Maryam sayang, alangkah malangnya nasibmu. Kehadiranmu tak ubahnya embun di waktu pagi yang lenyap terkena sinar mentari.

Dengan rasa sendu kutinggalkan tempat itu dan beranjak kembali ke rumah.Untung tak dapat dinaih, malang tak dapat ditolak. Hidup manusia tak pernah lepas dari takdirnya. Ditengah malam yang buta di saat keluarga rumah makan Pak Handoyo itu tengah tertidur lelap, tiba-tiba di rumáh makan itu terjadi kebakaran yang dahsyat sekali. Semua anggota keluarga Pak Handoyo beserta anak istrinya musnah dilalap Si jago merah. Apa yang terjadi di dunia ini tak ada yang mustahil bila Yang Maha Esa menghendakinya.
Itulah cerita singkat cerpen horor tentang pemuda yang jatuh cinta dengan seorang wanita yang ternyata hantu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Seram Horor Nyata Jatuh Cinta Dengan Hantu Gentayangan"

Posting Komentar