Cerita Mistis Misteri Menolong Hantu Kuntilanak Melahirkan

Cerita Horor Nyata Pengalaman Melihat Penampakan Kuntilanak Penunggu Pohon Waru

Cerita Mistis Hantu Horor Seram Kuntilanak.Kisah misteri terbaru kali ini akan berbagi cerpen novel horor mengenai cerita kisah nyata terbaru pengalaman melihat dan ketemu hantu kuntilanak.Cerita seram ini makin menambah kumpulan cerita horor atau cerpen horor di blog kesayangan narasi.net .Langsung saja kita simak ceritanya.

Cerita Mistis Misteri Horor Bertemu Hantu Kuntilanak Melahirkan

kisah nyata terbaru cerita horor seram hantu pengalaman bertemu kuntilanak

Kisah mistis misteri ini terbilang sangat unik.Nenel Asti demikian nama wanita renta itu,mengaku pernah menolong wanita makhluk halus sebangsa peri atau kuntilanak yang melahirkan.cerita kisah nyata ketemu kuntilanak.

Pada suatu malam bulan purnama. Kuntilanak itu tinggal di atas pohon waru di dekat sungai yang dekat denqan rumahnya.Berkut ini kisah mistis lengkap yang di tuturkan Nenek Asti kepadaku.

Purnama tanggal 14 telah tiba Bulan bersinar sejuk menerangi mlam sementara bintang bintang pun bertaburan indah menghiasi langit nan permai.Angin bertiup sepoi-sepoi mempermainkan pucuk-pucuk pohon yang melenggok dengan gemuIai.

Nenek tua itu berjalan dengan tenangnya di bawah sinar bulan purnama dan indahnya malam. Sesekali tampak keIelawar berterbangan, seolah-alah ingin mengiringi Iangkahnya. Dalam kesenyapan malam juga terdengar suara jangkrik dan beberapa serangga malam lainnya yang nyaris tak henti-henti bersenandung.

Sekilas di langit terlihat sebersit sinar yang lewat sangat cepat. Orang-orang Jawa menamakan kalau itu Lintang Alian (Bintang Beralih), ada juga yang menyebutkan Ndaru. Konon, itu berarti sebuah pertanda yang tidak baik akan terjadi.cerita horor paling seram dan nyata

Tapi si nenek tidak mempeduIikannya. Dia terus berjalan memecah indah dan sepinya malam. Kini tampak si nenek melewati jembatan kecil yang membentang di atas sebuah sungai yang sangat tenang. Air sungai nampak berkilauan ditimpa sinar bulan purnama.

Namun, tepat di atas jembatan sungai si nenek berhenti, Matanya menatap ke bawah, ke arah air sungai yang jernih. Kemudian mata si nenek tampak berputar-putar memandang ke pinggir sungai yang banyak ditumbuhi bunga-bunga kangkung. Tak jauh di depan sana ada pohon Waru yang sangat besar, yang tumbuh menjorok ke dalam sungai.cerita horor nyata

Tiba-tiba mata si nenek meneteskan air mata. Ingatannya kembali ke masa 42 tahun yang silam. Di tempat itulah, di pinggir sungai, sambil memetik bunga kangkung, dan di bawah pohon Waru itulah 42 tahun yang lalu si nenek memadu cinta dengan pemuda yang bernama Suryo. Ah, betapa indah masa-masa itu. Namun semuanya seakan begitu cepat berlalu. Kini, pemuda gagah bernama Suryo itu telah menjadi seorang kakek, pendamping gadis cantik bernama Asti yang kini telah berubah menjadi nenek renta. Mereka telah dikaruniai 3 orang anak dan 9 orang cucu.

Tak terasa, air mata Si nenek menetes jatuh ke sungai. Tapi kemudian kesedihan itu berubah menjadi senyum ketika dia teringat betapa indah rnasa-masa mudanya dulu.cerita seram dan menakutkan

SekaIipun usia si nenek sudah hampir 70 tahun, tapi garis-gatis kecantikannya masih tampak membekas di wajahnya. Dulu dia memang disebut sebagai Kembang Desa. Tak heran bila banyak pemuda yang mengejar-ngejarnya dan minta dibalas cintanya. Ah, tapi semua itu hanya kenangan masa lalu yang menjadi bagian sejarah dan sebuah kehidupan yang begitu singkat.

Cerita Hantu Horor Nyata Pengalaman Melihat Penampakan Kuntilanak


Si nenek berjalan lagi menuju rumahnya yang tidak seberapanjauh dari sungai itu. Saat si nenek melewati pohon Waru yang penuh dengan nostalgia itu, tiba-tiba telinga tuanya menangkap suara rintihan seorang wanita. Mendengar suara itu, nenek Asti memasang telinganya baik-baik. Jelas sekali itu suara rintihan seorang wanita. Dan suara itu benar berasal dari arah pohon Waru.cerita hantu cerita seram saksi hantu

“Ah, belum tuli rupanya telinga tua ini,” batin si nenek. “Tapi, siapa wanita yang menangis malam-malam begini di dekat sungai”

Setelah merenung sejenak, akhirnya si nenek melangkah mendekati pohon Waru itu sambil berkata pelan. “Malam bulan purnama indah begini malah menangis di bawah pohon. Siapa kau sebenarnya, Nak?”

“Tolonglah aku, Nek” kata Si wanita sambil menahan tangisnya.

Si nenek sempat terkejut setelah sampai di bawah pohon Waru dan melihat sosok wanita yang tengah menangis perih itu. Wanita itu merintih-rintih sambil memegangi perutnya yang buncit. Mata si nenek menatap tajam ke arah Si wanita yang berbaring di bawah pohon dengan tanpa alas apapun juga. Si nenek tahu bahwa dia bukan wanita tetangganya. Bahkan setahu nenek itu di desanya tidak ada wanita secantik wanita yang tengah merintih dan menangis di hadapannya itu. Ah, tentulah wanita yang akan melahirkan ini bukan berasal dari desanya. Tapi, dari mana dia, dan mengapa bisa berada di bawah pohon Waru di pinggir sungai itu?

Sebagai seorang dukun beranak yang telah berpengalaman sélama puluhan tahun, si nenek coba untuk tidak mempedulikan kerisauan batinnya. Baginya, yang terpenting adalah segera memberikan pertolongan kepada si wanita, seraya menyeIamatkan bayinya.

Akhirnya,tanpa rasa takut dan curiga, si nenek yang akrab dengan panggilan Nek Asti ini lalu jongkok di dekat Si wanita. Sebelum itu Nek Asti menggantungkan kantong plastiknya yang berisi jeruk yang baru saja dibelinya, di atas cabang pohon Waru dekat dia berdiri.penampakan hantu kuntilanak

“Kamu orang mana, Nduk? Kok mau melahirkan di sini. Memangnya suami atau keluargamu di mana?” tanya si nenek sambil mengelus perut wanita itu.

Sambil mengelus-elus perutnya wanita itu menjawab, “Nek, aku adalah kuntilanak penunggu pohon Waru ini Tolonglah aku, Nek!”

Si nenek terkejut mendengar jawaban wanita itu. Dia tidak menyangka kalau pohon Waru yang terletak di sungai dan menyimpan nostalgia masa mudanya itu ternyata ada makhluk halus sejenis kuntilanak atau peri yang menungguinya. Pantas saja beberapa bulan yang lalu kakek Suryo suaminya pernah mendengar ada suara perempuan tertawa cekikikan, saat dia sedang melihat-lihat tanamannya yang ada di dekat pohon Waru itu.cerita penampakan hantu paling mengerikan

“Nek, tolonglah aku...!” si kuntilanak memelas. “janganlah kau merasa takut padaku.

Aku berjanji tidak akan mengganggumu dan keluargamu!” diapun berjanji.

Si nenek masih diam saja. Dia merasa ragu untuk melakukan pertolongan yang semestinya, sebab dia sebenarnya memang adalah seorang Paraji alias dukun melahirkan yang sudah cukup andal. Hanya matanya yang memandang sang kuntilanak dengan hampir tak berkedip walau sekalipun.

“Nek, tolonglah aku. ...” kata kuntilanak itu memelas.

Wanita itu, memang bukanlah seperti dirinya. Tapi Nek Asti jelas merasakan bagaimana menderitanya wanita ini dalam menyongsong kelahiran anaknya. Menyadari hal ini, akhirnya Si nenek memutuskan untuk menolongnya. Tangannya mulai mengurut-urut perut Wanita itu dengan pelan dan seksama. Tak lupa dia pun meminta agar tenang dan melakukan tindakan-tindakan sebagaimana wanita yang akan melahirkan anaknya.cerita hantu kuntilanak gentayangan

Tidak lama kemudian, terdengarlah suara tangis bayi yang baru lahir. Yang membuat si nenek terkejut, sekujur tubuh bayi yang baru dilahirkan itu sepertinya memancarkan cahaya yang terang benderang seperti lampu neon.

“Tidak usah takut, Nek! Itu mungkin salah satu kelebihan yang diberikan Tuhan kepada anak-anak bangsaku,” kata si wanita sambil tampak tersenyum lega, sedang si nenek masih kelihatan bingung. Dia bingung dan terharu dengan kenyataan yang tengah dihadapinya.cerita penampakan kuntilanak nyata

Ditambah lagi, si nenek juga bingung harus dengan apa dia memotong tali pusar si jabang bayi yang baru saja terlahir itu, sebab dia sama sekali tidak membawa alat-alat persalinan seperti biasanya. Rupanya, si kuntilanak tahu kebingungan si nenek. Dia lalu memberikan sebuah bulu ayam kepada nenek Asti.

‘’Potonglah dengan ini, Nek” katanya sambil menyodorkan benda itu.

“Bagaimana bisa?” tanya si nenek sambil mengamati bulu ayam itu.

“Coba saja, Nek!” desak si wanita itu.

Walaupun tidak percaya, si nenek akhirnya memotong juga tali pusar si bayi dengan bulu ayam. Aneh, bulu ayam itu jadi sangat tajam.Setelah memotong tali pusarnya, kemudian si nenek membungkus bayi itu dengan selendangnya. Setelah semuanya selesai Ialu si nenek berniat segera pulang ke rumahnya.

“Tugasku sudah selesai, Nduk! Nenek kira tak ada hal lain yang bisa nenek lakukan. Sekarang aku akan pulang,” katanya.

“Terima kasih atas kebaikanrnu, Nekl Aku pasti tak akan melupakannya,” ujar sang kuntilanak sambil melepas kepergian si nenek dengan senyumnya.

Tujuh hari kemudian setelah peristiwa aneh yang sulit diterima akal sehat itu, saat adzan subuh belum lagi berkumandang, pintu rumah suami isteri nenek Asti dan Kakek Suryo diketuk seseorang dari luar. Nenek Asti bangun dan membukakan pintu. Alangkah terkejutnya si nenek melihat siapa yang datang. Si pengetuk pintu ternyata tak lain dan tak bukan adalah sang kuntilanak yang telah ditolongnya saat melahirkan. Sang kuntilanak datang sambil membawakan serenteng ikan emas yang besar-besar. Setelah menyerahkan ikan itu, sang kuntilanak kemudian berpamitan pergi dan menghilang di kegelapan.kisah nyata kuntilanak

“Rasanya aku belum pernah melihat wanita secantik tadi. Siapa dia, Nek?” tanya Kakek Suryo yang terheran-heran melihat tamu yang datang ke rumahnya di pagi buta itu.

Si nenek lalu menceritakan kejadian yang dialaminya tujuh hari yang lalu. Si kakek mengangguk-angguk penuh keheranan. Kemudian katanya sambil bercanda. “Aneh ya, Nek! Kok ada kuntilanak melahirkan.”

“ltulah yang aku juga tidak mengerti, Kek” jawab Si nenek.

Tujuh hari berselang si kuntilanak datang lagi dan mengantar ikan emas lagi kepada si nenek. Begitulah seterusnya,tujuh hari sekali sang kuntilanak pasti datang mengantarkan ikan. Seterusnya dan seterusnya...sampai hampir setahun.

Hingga suatu saat, si kuntilanak datang ke rumah si nenek sambil menggendong anaknya.Kuntilanak itu pamitan kepada nenek Asti, katanya dia dan anaknya mau pindah dari pohon Waru itu, karena pohon itu akan segera di tebang karena di atasnya akan dibangun Langgar (mushola) oleh penduduk. Si kuntilanak mohon maaf karena tidak bisa lagi mengantarkan ikan emas untuk nenek Asti.

Nenek Asti merasa haru. Sebelum menghilang, si kuntilanak memberikan selendang si nenek yang dulu dipakai menggendong dan membungkus bayinya. Bayi dalam gendongan kuntilanak itu tersenyum kepada nenek Asti. Seterusnya, lap! kuntilanak dan bayinya menghilang dari hadapan sang nenek yang bendiri mematung di depan pintu rumahnya, di penghujung malam yang gelap.

Lima tahun sudah kisah yang dialami oleh Nenek Asti berlalu. Kini si nenek masih tetap sehat di penghujung usianya yang kian senja. Dia mengaku masih tetap merindukan kehadiran kuntilanak itu. Dia berharap, suatu ketika akan kembali bisa bertemu dengan makhluk halus yang baik hati tersebut.
Sekian cerita kisah nyata penampakan pengalaman melihat dan ketemu kuntilanak melahirkan