Cerita Mistis Penampakan Kuda Setan Pendakian Gunung Ijen

Cerita Misteri Bertemu Hantu Siluman Kuda Selama Pendakian Gunung Ijen

Cerita kisah mistis nyata terbaru update hari ini akan berbagi cerita horor nyata paling seram dan menakutkan mengenai kisah mistis pendakian gunung ijen.Setiap gunung pasti memiliki mitos tersendiri termasuk mitos kawah ijen bahkan juga keangkeran gunung ijen.Ini hanyalah sebuah cerpen horor atau novel horor mengenai penampakan siluman kuda yang muncul digunung.Seperti apa ceritanya kita simak.


Cerita Kisah Mistis Misteri Keangkeran Gunung Ijen

cerita mistis misteri nyata pendakian gunung keangkeran gunung ijen legenda kawah ijen bondowoso mitos

Cerita ini terjadi di pertengahan tahun 1994. Kejadiannya di belantara gunung Ijen, Banyuwangi. Sore itu, sekelompok kecil mahasiswa pecinta alam yang tengah melakukan pendakian kehilangan salah satu anggotanya yang bernama Nina, mahasiswi semester satu. Eri sebagai navigator kegiatan sekaligus penanggung jawab, merasa panik bukan main dan menginstruksikan kepada anggotanya untuk mencari Nina di sekitar Pos II, tempat mereka istirahat.

Tidak ama berselang, beberapa anggota telah kembali dengan membawa Nina, meski dalam keadaan lemah dan bingung. Mereka menemukan Nina di sebuah tempat angker, yang dikenal sebagai tempat pemujaan kepada setan. Apa yang terjadi dengan Nina sebenarnya?

Setelah kesadarannya berangsur pulih, Nina kemudian ditanya oleh teman-temannya seputar pengalamannya hingga berada sendirian di tempat yang mungkin saja membahayakan jiwanya. Nina bercerita dari awal sampai kemudian ditemukan teman-temannya.

Menurut Nina, semenjak tiba di Pos II siang itu, di tempat yang agak jauh ia melihat seekor kuda putih bertotol hitam tengah merumput. Entah mengapa ia merasa sangat tertarik oleh sosok kuda itu dan terus mendekatinya. Anehnya, ketika dihampiri, kuda yang warna dan bentuk kulitnya agak ganjil itu diam saja malah mendengus-dengus menciumi kening Nina seolah-olah bertemu dengan sahabat lama. Kuda itu kemudian mendorong-dorong tubuh Nina, menyuruh berjalan di depannya. Nina menurut saja. Perasaannya waktu itu seperti mimpi, bagaimana mungkin Ia bisa bersahabat dengan kuda yang cantik sesingkat itu.

Setelah terus mengikuti kuda itu, sampailah Nina di tempat yang rimbun, yang di atasnya mengalir mata air jernih. Kuda itu terus mendorong Nina agar turun ke dalam kubangan air. Nina tanggap maksud sahabat barunya itu, dan tanpa pikir panjang Ia pun kemudian mandi telanjang di tempat itu.

Cerita seram horor paling seram dan menakutkan di pendakian gunung ijen


Ketika selesai mandi, tidak tahu darimana datangnya, tiba-tiba disamping kuda itu telah berdiri seorang laki-laki tua yang berpakaian serba hitam. Mulanya Nina terkejut dan takut, tapi lagi-lagi hatinya mendadak tenang seolah mereka sahabat-sahabat setianya yang tidak mungkin berbuat jahat.

“Tidak perlu takut. Takdirlah yang menuntun kamu sampai di sini,” kata orang tua itu, ramah. Ia kemudian mengeluarkan sebuah botol warna hitam dari balik bajunya. Botol kecil itu diserahkannya ke tangan Nina.

“Minumlah air dalam botol ini apabila kelak kamu rindu kami,” sambung kakek itu.Nina menerima pemberian itu dengan perasaan haru. “Tenima kasih, Kek!” cetusnya.

Bersamaan dengan itu, di atas tebing terdengar teriak kegirangan teman teman Nina yang tengah mencarinya. “Tuh, dia Nina” teriak Yudi, senang. Mereka kemudian menjemput Nina yang bengong seperti orang bego dan memboyongnya setengah paksa.

“Apa-apaan sih kamu. ini tempat angker. Tau?” protes Eka, cemas.

“Tidak mau. Aku ingin di sini bersama kudaku dan kakek sahabatku!” Nina menolak.

Teman-teman Nina yang berjumlah lima orang itu semakin cemas. Nyata sekali Nina sudah terpengaruh setan. Mana ada kuda, apalagi manusia di tempat seperti ini? Pikir mereka.

Nina akhirnya bisa dibawa pergi. Saat itu, sekilas Nina melihat orang tua itu melambaikan tangannya sambil tersenyum. Dan kuda itu! Ya, kuda itu seperti enggan berpisah. Di sela-sela kelopak mata sang kuda terlihat air bening yang mengalir air perlahan. Sungguh, kuda itu menangis!

“Kakeeek...!?” Nina menangis histeris.

“Amit-amit!” kata teman-temannya, ngeri. Mereka sama sekali tidak melihat siapa-siapa di tempat itu.

Peristiwa itu sudah pasti membuat mereka khawatir. Eri sebagai senior di Mapala, memutuskan untuk membawa Nina turun gunung. Akibat kejadian itu tidak mungkin bagi Nina meneruskan pendakian sampai puncak. Maka diutuslah beberapa orang untuk mengantar Nina pulang ke Jember, ke rumah orang tuanya.

Ada kejadian ganjil menjelang kepergiannya, sesaat Nina mengeluarkan botol pemberian orang tua dan berusaha meminumnya, tapi teman temannya segera merampasnya dan menumpahkan isinya. Dan apa yang terjadi? Ternyata botol itu berisi cairan berwarna merah. Darah kental! Melihat botolnya pecah Nina marah.

“Siapa bilang darah. Itu air!” teriaknya tak percaya. Memang dalam pandangan Nina cairan itu cuma air biasa.

Sungguh! Kejadian demi kejadian yang menimpa Nina seperti berita duka yang sangat mendalam. Hamdan, adik kesayangannya yang baru dudukdi kelas lima SD telah meninggal dunia kemarin sore. Nina tak kuasa menahan kegetiran hatinya, ia pun terkapar pingsan.

Tak satupun mengetahui dengan pasti sebab-sebab kematian Hamdan. Hamdan meninggal tak lama setelah di sekujur tubuhnya timbul bercak putih bertotol-totol. Tetangganya menduga kematiannya tidak wajar. Kemudlan Hamdan mengingatkan mereka dengan kejadian beberapa tahun silam ketika seorang warga meninggal dengari tanda tanda yang hampir sama dengan kematian Hamdan. Warga yang meninggal itu diketahui memuja Siluman Kuda di Gunung Ijen.

Mendengar desas desus demikian timbul kecurigaan Nina pada ayahnya dan dalam lubuk hatinya ia menduga kuda yang ia temui di gunung ijen adalah adiknya sendiri. Ya, siapa tahu’ Nina menilai ayahnya yang hanya seorang buruh pabrik, kok bisa-bisanya menyekolahkannya ke perguruan tinggi, bisa membeli rumah yang cukup besar dan bisa memiliki kendaraan. Mengingat pengalamannya di Gunung ijen, pasti sesuatu telah terjadi pada ayahnya. Maka dengan rasa berat hati ia pun menanyakannya! tersebut kepada ayahnya. Ayahnya yang teramat polos itu akhirnya berterus terang, mengakui segala perbuatannya yang ia lakukan di Gunung Ijen.

“Kamu anak yang pintar. Ayah ingin kamu jadi sarjana. Agar kelak dapat mengangkat nama keluarga. Jadi terpaksa ayah lakukan semua ini. Ayah tidak menduga sama sekali akibatnya bakalan seperti ini,” kata ayah Nina di antara isak tangisnya, tangis penyesalan.
Mendengar pengakuan ayahnya, Nina sadar semuanya sudah menjadi bubur. Tidak ada yang bisa diperbuat. Mereka akhirnya menangis berpelukan.

“Jangan-jangan Hamdan adikku, kuda yang kuhampiri di Gunung ijen kemarin lusa,” desah Nina dalam tangisnya, Ayahnya mengangguk Iemah.

“Mungkin saja, karena tidak lama kamu pergi. Hamdan mendadak demam lalu kemudian meninggal,’ desah ayahnya dengan suara parau.

Nina yang malang akhirnya pasrah menerima nasib buruk yang menimpanya. Mungkin semuanya sudah menjadi suratan takdir yang harus ia jalani. Siapa tahu esok atau lusa ia sendiri yang akan menjadi tumbal siluman kuda berikutnya. “Ah, seandainya ibu masih ada,” keluhnya dalam hati. Ibu Nina meninggal beberapa tahun silam akibat diare.

Beberapa minggu berselang terjadi berubahan yang aneh pada tubuh Nina. Sebagian tubuhnya terutama di bagian tangannya timbul bercak-bercak putih berbentuk bulat sebesar uang logam ratusan. Di sekitar bercak putih itu tumbuh bulu kasar yang menjijikan. Kemudian menyusul tangannya seperti kesemutan,suIit digerakkan dan gemetaran.

Mungkinkah semua ini akibat mandi di tempat itu, atau barangkali suatu pertanda Nina akan dijemput siluman kuda sebagaimana halnya Hamdan, adiknya? Sejak semua ini menimpa, hari haripun menjadi terasa panjang bagi Nina. Ingin rasanya Ia berhenti kuliah mengingat keadaan tubuhnya yang mengganggu dan memalukan. Tapi Ia tidak mau mengecewakan ayahnya yang sudah berkorban demikian besar.

Terkadang dalam keputus asaannya, Nina menangis pilu menyesali nasib sial yang menimpanya, dan memanggil manggil adik kesayangannya. “Hamdan...Hamdan, Mbak ikut!” rintihnya.

Semoga Allah memberi jalan keluar bagi Nina serta terhindar dari malapetaka yang lebih besar.Ini hanyalah sebuah cerita yang belum dipastikan kebenarannya,jadi anggap saja cerita fiksi misteri.
Sekian cerita kisah mistis nyata hantu horor seram dan menakutkan terbaru yaitu keangkeran gunung ijen