Cerita Penampakan Hantu Perempuan Cantik Mengerikan Sekali Di Kamar Mandi

Cerita Penampakan Hantu Perempuan Paling Mengerikan Di Kamar Mandi

Cerita Misteri mistis seram horor penampakan hantu wanita.Cerpen Horor update kali ini akan berbagi cerita seram misteri mistis penampakan hantu perempuan di sebuah losmen atau kontrakan.Cerita hantu horor nyata mengenai cerita arwah penasaran hantu wanita.Apakah hantu wanita ini menampakan dalam wujud cantik ataukah mengerikan.kita simak ceritanya.

Cerita Penampakan Hantu Perempuan Cantik Paling Mengerikan Nyata Terbaru

kisah nyata cerita seram hantu horor mistis misteri penampakan

Namaku Rasto. Setiap hari aku mengembara dari satu kota ke kota lain untuk menjual beberapa barang perniagaan yang dipercayakan kepadaku. Bahkan kadangkadang, aku bergerak dari satu propinsi ke propinsi lain. Akibat terlalu sering bepergian, aku sangat jarang tingal di rumah.

Setiap singgah di suatu daerah, aku selalu menyempatkan diri mendatangi tempat-tempat bersejarah dan keramat di daerah tersebut. Maka praktis dalam 2 tahun terakhir, aku nyaris telah mendatangi sebagian besar tempat bersejarah dan keramat di Puiau Jawa.

Sebagal pengelana, berbagai pengalaman hidup pernah aku dapatkan. Beberapa di antaranya berbau mistis. Salah satunya saat aku menginap di salah satu losmen yang terletak di kota Semarang. Di losmen ini aku menginap beberapa hari.

Aku mengambil kamar yang agak ke belakang. Kupikir dengan posisi di belakang itu suasana menjadi lebih tenang, sehingga aku dapat beristirahat dengan nyaman tanpa gangguan suara bising.

Kamar itu cukup Iuas, bila dibandingkan kamar kost yang biasa dipergunakan mahasiswa. Selain cukup luas, kamar inipun dlengkapi dengan ranjang dan kasur yang cukup empuk, sehingga aku tak perlu repot-repot menggelar matras bila ingin merebahkan badan yang penat.

Biasanya, demi mengirit biaya, aku lebih memilih penginapan yang tidak diIengkapi kasur. Aku telah melengkapi diri dengan Sebuah matras. Dengan matras itu aku biasa bermimpi sepanjang karir niaga kelilingku.Ranjang kamar losmen itu, biarpun sudah terlihat tua dan kusam, telah membuatku bersyukur. Lagi pula ruangan kamar tampak rapih dan terawat baik. Di setiap sudut dinding, ditempeli bunga hiasan berwarna merah dan plastic. Ada juga meja tulis yang terletak di sudut kanan kamar.

Saat pertama memasuki kamar itu, sesaat muncul dugaan di benakku, kalau kamar ini semula dipergunakan salah satu anak pemilik losmen. Saat aku mengedarkan pandang, aku melihat sebuah foto berukuran besar tergantung di atas ranjang. Foto seorang gadis yang tengah tersenyum manis dan cantik.Dugaanku ternyata benar. Kamar itu benar-benar nyaman. Pagi hari, aku bangun dengan segar. Tubuhku terasa ringan. Timbul semangatku untuk bekerja.

Keesokan harinya, aku memanfaatkan waktu luang dengan mendatangi beberapa daerah bersejarah di sekitar Semarang. Di suatu tempat yang menurut juru kunci sering didatangi para peziarah dari berbagai daerah, aku berkenalan dengan Tantri. Ia gadis Semarang yang mengaku sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatan ziarah. Ia pun mengaku pernah berziarah ke berbagai daerah di sekitar Cirebon, kota asalku.

Dengan Tantri, aku bertukar alamat. Tak lupa kusebut juga alamat losmen tempatku menginap.Sore har, saat menjelang Maghib, aku baru selesai mandi. Pintu kamarku diketuk dari luar.

“Hai, Ras!” sapa Tantri setelah pintu kubuka.

Ia mengenakan gaun dengan belahan dada cukup rendah, sehingga sesaat aku tertegun meilihat bagian atas dadanya yang tampak bersih dan lembut.

“Boleh masuk?” tanya Tantri mengagetkanku.Aku mempersilahkanny.Ia memasuki kamar.Dengan tidak sungkan-sungkan, Tantri duduk di atas kasur. Karena tidak ada kursi di ruangan ltu, akupun duduk pula di atas kaur, berdekatan dengannya. Aku dan Tantri,langsung terlibat obrolan yang mengasyikkan, layaknya teman lama.

Padahal aku dan Tantri baru berkenalan sekitar 5 jam lalu. Lebih lagi, entah sengaja entah tidak, berkali-kali posisi duduk Tantri membuat gaunnya sesekali tersibak agak lebar,. membuat mataku tergoda menyaksikan bagian kakinya yang tampak bersih dan halus. Belum Iagi saat Ia tertawa. Ia .sering menunduk, membuat bagian atas gaunnya sekali-sekali juga, seakan mempersilahkanku menyaksikan pemandangan indah itu lebih lebar.

Saat tengah asyik ngobrol dengan Tantri, tiba-tiba telingaku mendengar suara tangis wanita samar-samar. Ada juga suara orang sedang mencucu di bak, tidak jauh dari kamarku Aku berpikir, siapa yang mencuci malam-malam begini?

“Tantri, kau dengar suara tangis itu?”
“Nggak!” jawabnya setelah mendengarkan sesaat.

Saat aku bertanya, suara-suara itu lenyap. Namun begitu Tantri selesai menjawab pertanyaanku, suara suara itupun terdengar lagi.Penasaran, aku permisi kepada Tantri untuk memeriksa. Bak mandi kulihat dalam keadaan tertutup. Dari sanalah kudengar suara tangis dan kegiatan mencuci.

“Suara itu dari sana, Tantri!” kataku

“Aku nggak dengar apapun,” jawab Tantri.

Cerita Kisah Mistis Misteri Hantu Horor Penampakan Wanita Di Kamar Kontrakan


Aku mendekati kamar mandi itu. Tantri membuntutiku. Kian dekat, suara air diguyurkan dan seseorang mencuci pakaian kian jelas terdengar. Suara itu datangnya benar-benar dari kamar mandi itu. Saat itu pula dari arah luar losmen kudengar suara salak anjing melengking-lengking. Entah mengapa, hatiku merasakan keganjilan. Keganjilan yang aneh. Aku sulit menggambarkannya. Yang jelas, bulu kudukku perlahan-lahan meremang.

Sesaat, aku memandang Tantri. Dengan mataku, aku minta persetujuannya untuk membuka daun pintu. Tantri yang rupanya mengerti maksudku, mengangguk perlahan.Pintu itupun aku ketuk. Sekali, dua kali. Suara-suara mandi itu tak berhenti juga. Pintu pun tak dibuka. Aku mengetuk lagi. Hasilnya sama.

Penasaran, daun pintu itu kubuka perlahan-lahan. Ternyata pintu itu tak dikunci, sehingga dengari mudah aku mendorongnya ke dalam.Aku melongokkan kepalaku ke dalam. Di dalam kamar mandi, di bawah remang cahaya neon yang sudah tua, kulihat sesosok wanita tengah asyik mencuci pakaian. Punggungnya sangat ramping, rambutnya menjuntai ke bawah hingga ke punggung.Bajunya berwarna biru muda bercorak kembang-kembang. Saat itu pula hidungku mencium harum kembang melati yang sangat tajam.
“Sedang apa, Dik?” tegurku berbasa basi.
Anehnya, wanita itu seperti tak mendengar teguranku. Ia tetap asyik dengan cuciannya.

“Dik, malam-malam begini masih mencuci juga?” tanyaku lagi.

Wanita itu menghentikan kegiatannya. Tapi ia tetap memunggungiku. Ia malah seperti tercenung tak bergerak.
“Dik...?” sekali lagi aku mencoba bertanya.

“Memangnya mengapa kalau aku mencuci malam-malam?” kata Si wanita itu sambil tetap memunggungiku. Suaranya demikian halus, seperti suara angin malam.

“Apa nggak dingin? Mengapa tidak pagi-pagi saja?” tanyaku lagi agak Senang, karena si wanita menanggapiku, biarpun sejauh itu Ia tetap tidak menoleh kepadaku.

“Terserah aku. Mau malam, kek. Siang, kek. Aku pemilik losmen ini’’ katanya.

“Lho, bukannya pemilik losmen ini adalah Bu Kadmi?”

“Dia ibuku!”

“Yang benar? Kata orang-orang, Ia tak punya anak!”

“Aku Risma, anaknya’”

“Pegawainya, kali?” kataku mengajak bercancla.

“Kurang ajar. Kamu menghinaku. Aku tak suka orang-orang angkuh seperti kamu. Sekarang juga, enyah kamu dari losmen ini” bentak wanita itu, mengagetkanku. Tak kusangka gurauanku membuatnya marah.

Setelah membentak, Risma pun perlahan-lahan membalikkan badannya, hingga ia berhadapan denganku. Saat itu pula aku hampir memekik ngeri. Wajah Risma demikian rusak. Kulitnya melepuh, daging merah bercampur darah berlepotan di sana-sini.

Kudengar dari arah belakang, Tantri menjerit kecil. Ia berdiri di belakangku sejak tadi rupanya, dan ia terlanjur turut menyaksikan pemandangan mengerikan di dalam kamar mandi.

Melihat aku dan Tantri gemetar, Risma rupanya malah senang. Ia tertawa mengikik. Suara tawanya halus, namun menggetarkan sukma. Suara tawanya membuat bulu kudukku liar menggeliat-geliat.

Sebelum keadaan berkembang lebih parah, aku mendorong tubuh Tantri dan menyeretnya segera berlari meninggalkan kamar mandi. Lari Tantri tak karuan, karena kakinya mungkin terasa lemas, seperti kebanyakan orang yang ketakutan setengah mati. Maka sekuat tenaga aku menyeret-nyeretnya, segera menjauh dari suara tawa Risma yang terus mengejar.

Kubawa Tantri ke rumah pemilik losmen di belakang. Wanita setengah baya itu tengah menonton televisi. Pintu rumahnya kubuka dengan keras, sehingga daun pintunya menghantam tembok dengan kencang, menimbulkan suara berisik.

Pemilik losmen itu kaget melihatku. Tak membuang waktu, dengan nafas masih memburu kuceritakan apa yang baru saja kulihat di kamar mandi.Tak kusangka, saat mendengar ceritaku, pemilik losmen itu ternganga. Lalu setelah ceritaku habis, ia malah duduk terpekur di kursinya. Perlahan lahan, ia menangis.

“Maaf, aku lupa menceritakannya. Risma memang putriku nomor dua. Nasibnya sungguh mengenaskan. Ia tewas disantet seorang pemuda yang cintanya ditolak Risma,” kata pemillk losmen perlahan-lahan. “Arwah putriku memang sering muncul di losmen, terutama kalau yang menempati bekas kamarnya adalah seorang pemuda. Foto diatas kasur adalah Risma semasa hidup.’’

Esok harinya, aku Iangsung memutuskan untuk pindah losmen. Oleh wanita pemilik losmen itu, uang sewa yang kemarin telah kubayarkan, Ia kembalikan seluruhnya sambil berkali-kali ia mengatakan meminta maaf sebesar-besarnya.
Sekian cerpen cerita novel horor mistis misteri penampakan hantu perempuan di kamar mandi kontrakan