Cerita Teror Hantu Seram Horor Di Rumah Angker Paling Mengerikan

Cerita Teror Hantu Dendam Arwah Penasaran Paling Menakutkan Di Rumah Angker

Cerpen horor kali ini akan berbagi cerita hantu di kampungku seram horor penghuni rumah angker.Cerita misteri di blog narasi.net ini akan selalu update dan memperbanyak koleksi novel horor atau kumpulan cerita horor jadi sering sering ya mampir dimari.

Cerita Horor seram rumah angker berhantu paling mengerikan.Cerita rumah angker di pondok indah,dicibubur,di bekasi,hantu darmo kali ini menceritakan teror hantu kepada penghuni rumah yang ternyata rumah tersebut angker,entah dikarenakan dendam arwah penasaran atau merasa terganggu dengan ketenangan mereka.


Cerita Misteri Mistis Seram Horor Hantu Meneror Penghuni Rumah Angker

misteri kisah cerita teror rumah hantu angker dikampungku

Rumah yang dibeli ayahku tujuh tahun silam itu terletak di bilangan Cileduk, Tangerang. Setelah ayah pensiun dari pekerjaannya di sebuah instalasi pemerintah, sebagaimana cita-cita ayah dulu, apabila ayah telah pensiun akan menikmati hari tuanya di kampung halamannya yang masih berudara sejuk dan tenteram. Kedua orang tua kami memang masih memiliki tanggung jawabnya terhadap ketiga adik adik kami yang masih melajang.

Kebetulan kami lima bersaudara yang kesemuanya wanita. Terdorong oleh rasa tanggungjawabnya sebaga orang tua, ayah memang amat membutuhkan rumah untuk ketga adik-adikku itu. Kebetulan proses pencarian rumah itu dipercayakan ayah kepadaku.

Singkatnya, rumah itu akhirnya jadi milik ayahku untuk ditinggali oleh ketiga adik-adikku. Rumah yang Cuma berjarak 500 meter dari tempatku tinggal itu tidak terlalu jelek, harganyapun relatif murah, lagipula bangunarnnya masih baru, dan belum pernah ditempati, Rumah itu terletak di tengah-tengah perkampungan. Namun begitu, udara di sekitarnya masih sejuk, airnya jernih dan suasananya sunyi.

Rumah sederhana itu berdiri diatas tanah seluas 103 meter persegi, di sebelah kiri rumah itu masih ada sebidang tanah kosong yang ditumbuhi oleh pohon rambutan yang lebat buahnya.Tidak jauh dari situ terdapat pohon pete yang rimbun dan menyeramkan serta pohon asem yang sudah sangat tua. Yang sebagian kata tetagga di pohon asem itu seing terlihat makhluk makhluk aneh.

Rumah itupun berdekatan dengan sebuah bangunan tua yang nyaris roboh karena saking tak terawatnya. Didapat informasi dari para tetangga kami bahwa rumah tua itu tak pernah selesa dalam pembangunannya dikarenakan tidak ada seorangpun yang sanggup menempatinya,sebab selalu mengalami kematian bagi, keluarga yang menempatinya.

Syukurlah ketiga adik-adikku tidak pernah menemukan keanehan yang menakutkan selama menghuni rumah itu.Siang hari rumah itu selalu kosong ditinggal oleh adik adikku beraktivitas di kantornya masing-masing, baru pada malam hariny mereka satu persatu pulang.Pernah kami berembuk mencari solusi agar adik adikku tidak pulang kemalaman mengingat mereka adalah wanita,dimana banyak berita berita seputar kejahatan yang menimpa kaum wanita akhir akhir ini.Dikarenakan kawasan cileduk yang terkenal dengan kemacetannya itulah sehingga adik adiku baru tiba dirumah saat malam hampir larut.

Karena keadaan inilah akhirnya diputuskan kan lewat rembukkan, dan telah disetujui ayah untuk menjual rumah itu dan mencari tempat tinggal di dekat perkantoran adik adikku. Akhirnya aku memasang iklan dan kutempelkan di tembok depan rumah itu. Calon pembelipun banyak yang berdatangan. Tidak sedikit yang Iangsung tertarik begitu melihat keadaan rumah itu, namun belum ada yang berani sesuai dengan harga yang kami minta.

Kisah Cerita Nyata Hantu Seram Horor Mistis Penghuni Rumah Angker


Siang itu, sebagaimana biasa aku menyandarkan sepeda di tembok teras rumah itu, dan meminta kunci pada. Bu Rini, tetanggaku yang selalu kami titipi kunci. Namun Bu Rini terkejut bukan main melihat diriku. Bu Rini memperhatikan tubuhku dengan seksama. Aku jadi bingung melihat Bu Rini menatap heran kepadaku.

“Ada apa, Bu, kok melihat saya sampai begitu?” tanyaku, heran.

“Tadi sepertinya Neng sudah masuk, dan saya mendengar ada suara orang mencuci piring, nyapu, ngepel, saya pikir itu Eneng sendiri,” jelas Bu Rini, penuh ketakutan.

Kulihat wajah Bu Rini pucat pasi dan bibirnya gemetaran.Diantaroleh Bu Rini, aku memeriksa rumah itu, namun tak ada yang berubah dan tak juga seorang pun berada di dalamnya.

Sejak kejadian itu, rumah kami itupun seakan ramaI oleh hantu-hantu gentayangan. Ada saja cerita para tetangga yang mengadukan pada Adik adikku tentang penglihatan mereka yang sering melihat seseorang yang berperawakan tinggi besar seperti orang Belanda keluar masuk dari rumah yang dihuni adik-adikku itu. Bahkan Bu Sadiah, tukang pijat langganan kami pernah bersalaman dengan makhluk yang sering menampakkan wujudnya itu pada para tetangga.

“Tangannya empuk, kayak kapas dan dingin, nyest” terang Bu Sadiah dengan logat Betawi pinggiran. Lelaki tinggi besar dan berwajah Indo itu keluar dari rumah kami yang saat itu dalam keadaan kosong. Bu Sadiah yang kebetulan tengah lewat di muka rumah itu pun menyapa makhluk yang di kiranya tamu adik-adikku.

Suatu saat Yayuk, adikku yang bungsu mengalami kejadian yang menakutkan di siang bolong. Waktu itu hari Sabtu, untuk mengisi hari Iiburnya itu Yayuk beres-beres rumah, seorang diri dia mengerjakan semua pekerjaan itu. Saat Yayuk berada didepan pintu kamar tiba tiba berkelebat seseorang dengan pakaian putih penuh bercak darah dan tanah berjalan seakan tergesa-gesa menuju kamar mandi.

Yayuk mengejarnya hingga ke kamar mandi, namun tak seorangpun ditemuinya. Yayuk tak percaya pada penglihatannya sendiri, tetapi bulu tengkuknya meremang. Yayuk berlari keluar kalau kalau seseorang masuk tanpa permisi, aneh pintu pagar dalam keadaan terkunci. Akhirnya Yayuk menghubungiku lewat ponselnya, terbata-bata dia mengadukan apa yang baru dilihatnya.

Pernah juga di suatu malam ketika Yayuk tengah memutar lagu-lagu Barat kesukaannya, tiba-tiba lampu kamar padam tanpa sebab dan gelombang radiopun berganti menjadi sebuah gelombang radio khusus memutar lagu-lagu Dangdut, hal itu diiringai oleh terdengarnya suara tawa cekikikan panjang yang terbang dari jendela kamar Yayuk menuju pohon pete yang tak jauh dari rumah kami itu. Saat itu Yayuk tengah ditemani ibuku yang baru datang dari Jawa Tengah. Ibuku cuma bergumam mengagumi keberanian Yayuk yang sanggup hidup di kelilingi oleh hantu-hantu usil.

Tak urung Yayuk nyaris pingsan juga tatkala seorang diri dia tengah menonton TV di kamarnya, saat itu jam baru menunjukkan ke angka 11 malam. Angin berhembus perlahan seakan mengantarkan aroma mistis ke rumah itu. Dingin menusuk tulang. Mengiringi hujan yang baru saja reda, tiba-tiba tendengar jelas suara gemerincing kunci disusul suara bergemuruh fiber glass yang terhampar di atas papan yang diletakkan sebagai penutup mesin air,dalam hitungan detik suara gemerincing kunci terdengar seakan tengah dimasukkan ke dalam lubang kuncinya dan handel pintu ruang tamu tampak bergerak-gerak seperti tengah dibuka, detik itu juga berkelebat bayangan seorang lelaki tinggi besar menembus pintu ruang tamu.

Hal tu disaksikan oleh mata Yayuk tanpa berkedip dan dalam keadaan terjaga, karena mengira yang datang adalah adikku yang nomor tiga. Setelah ditunggu sekian menit, tak ada tanda tanda Welly telah sampai di rumah, dengan membawa gunting, pisau, dan senjata tajam lainnya, Yayuk segera memeriksa keadaan sekelling numah, tetapi tak satupun makhluk yang ditemuinya.

Bukan cuma peristiwa menyeramkan seperti itu saja dialami oleh adik bungsuku itu. Seperti suatu malam, Yayuk terpaksa tidur seorang diri, dikarenakan Welly adikku yang satunya lagi, telah mengirim SMS bahwa dia mendapat tugas yang sangat mendadak ke luar daerah.

Malam itu Yayuk tertidur dengan sangat nyenyaknya. Ketika jam menunjukkan pada angka 2 pagi, mendadak dia kepingin ke kamar mandi, namun keinginan itu segera ditahannya ketika didengarnya suara ramai di dapur seperti tengah memasak untuk pesta.Ada suara orang tengah mengulek sambal, ada yang menyeret kursi, mengelap meja makan, lalu suara mencuci piring.

Untuk menegaskan bahwa dirinya tengah dalam keadaan terjaga, Yayuk sampai menampar wajahnya sendiri dua kali. Yayuk ketakutan bahkan dia sempai terkencing kencing. Pendengarannya belum terganggu untuk gadis seusia 28 tahunan. Dengan hati yang tercekam ketakutan Yayuk mendengarkan kegiatan hantu hantu itu di dapur. Tak lama kemudian Yayuk melihat berkelebat bayangan yang berjalan dari arah ruang makan menuju ruang tamu. Aneh, sebab gordin yang terbuat dari kulit kerang tidak tersentuh sedikitpun oleh bayangan itu.

Hati Yayuk bergidik takut. Rasanya ia ingin berteriak, namun apa daya suaranya tidak keluar dari tenggorokannya. Esok paginya Yayuk memeriksa keadaan dapur, namun semua perabotan dan bumbu-bumbu masih pada tempatnya semula. Aneh!

Tepatnya tanggal 30 Agustus 2002 yang lalu, Yayuk didatangi oleh makhluk dengan wujud seorang lelaki Indo. Matanya hitam pekat tidak ada sedikitpun warna putih pada biji matanya, wajahnya putih kebiruan, bentuk bibirnya aneh, garis bibirnya hampir menyentuh telinga. Demikian Yayuk menggambarkan rupa hantu itu padaku.

Makhluk itu secara tiba-tiba sudah berada di kamarnya, entah berdiri atau duduk, Yayuk tidak sempat memperhatikan, tahu-tahu makhluk itu sudah berada di atas tempat tidurnya. Lalu terdengar makhluk itu berbicara pada Yayuk agar jangan meninggalkan rumah itu. Anehnya, bibir makhluk itu tidak bergerak gerak sebagaimana layaknya orang yang sedang bicara.

Dalam hitungan menit, Yayuk tidak sadarkan diri, dia baru terjaga ketika tukang sampah membangunkan untuk mengambil sampah di rumah itu.

Sejak kejadian malam itu Yayuk tidak pernah berani menoleh ke sebelah kanan tempat tidurnya, di mana makhluk itu berada dan berbicara padanya. Sampai detik ini Yayuk masih merasakan kehadiran makhluk itu di sekelilingnya, bahkan sampai ke kamat mandi Yayuk merasa makhluk itu terus menguntitnya.

Aku cukup prihatin melihat adikku itu ketakutan oleh hantu-hantu penghuni rumah itu, namun makhluk itu tetap bandel tak mau pergi dari numah yang dihuni adik-adikku itu.
Sekian cerita mistis misteri horor seram teror hantu rumah angker menakutkan kali ini