Cerita Kisah Nyata Pengalaman Tersesat Dikampung Kuntilanak Hantu Paling Mengerikan

Cerita Horor Tersesat Di Kampung Kuntilanak

Cerpen Seram Kisah Nyata Pengalaman Paling Mengerikan Melihat Penampakan Kuntilanak Gentayangan.Cerita Nyata Ketemu Kuntilanak ini makin memperbanyak kumpulan cerita horor mengenai cerita mistis misteri ketemu hantu kuntilanak.

Misteri Kisah Nyata Tersesat Di Alam Kuntilanak

cerita mistis nyata kisah novel cerpen horor hantu

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang silam,disaat Aku masih sekolah menengah pertama.Sebagai seorang laki laki diusia seperti ini sangat gemar mencari hiburan seperti acara musik dangdut atau campursari pada pesta hajatan,walaupun acara tersebut lokasinya jauh dari rumah atau kampung tempat tinggal.

Masih teringat jelas kala itu kami berlima yaitu Aku,Dimas,Sugeng,Yoga dan Asep bermaksud akan menonton acara campursari di kampung Pertinggi,yang letaknya lumayan jauh yaitu selisih tiga desa.Yang tahu tempat lokasi tempat acara campursari adalah Sugeng,selain dia sebenarnya kami juga tahu perkiraan tempatnya,hanya saja Sugeng sudah mensurvey tempatnya tadi siang untuk memastikan apakah acaranya tersebut benar ada atau tidak.

‘’Bagaimana tadi hasil surveynya?,beneran nanggap campursari atau tidak?,’’tanyaku.Sugengpun langsung menjawab semangat,’’beneran tadi udah saya lihat,panggungnya juga kelihatan gede’’.

‘’Geng lokasi persisnya dimana,kalau dari pertigaan sekolahan SD ,ngambil arah mana?’’tanya Yoga,seperti tidak sabar ingin segera berangkat.

‘’Dari pertigaan SD masih jauh lagi,pokoknya dari pertigaan SD belok kanan,masih lurus dan ikutin jalan itu di tiap belokan nanti juga ada tanda janur kuning,tenang aja.’’jelas Sugeng

‘’Serem juga bro jalannya disitu kan sepi,rumah juga jarang jarang,mana pohonnya lebat lebat lagi.’’Cemas Asep.Ya memang diantara kami Asep dan Dimas termasuk yang paling penakut.Dan benar juga si selain jalannya sepi dan di kanan kiri jalan penuh dengan pohon waru yang lebat lebat.Keadaan kampung memang seperti itu rumah kami berjauhan ,kalaupun berdekatan paling Cuma tiga atau lima rumah setelah itu baru ada rumah lagi dengan jarak yang lumayan jauh melewati area persawahan atau kebun bahkan pemakaman.

‘’Kalau nanti kita ketemu kuntilanak atau hantu gimana,ahhhh aku tidak ikut ya?’’,celetuk Dimas.
‘’Malah bagus kalau ketemu kuntilanak siapa tau dia mau jadi pacar kamu,ha ha ha’’.ledek Sugeng
‘’Gak usah takut kita kan berlima dan juga itu kan acara campursari pasti banyak yang nonton,jadi gak bakalan sepi ,tenang aja banyak yang nonton’’.kataku membantu menenangkan.
‘’Betul itu pasti banyak cewek cantik nanti,pokoknya harus dapat kenalan nanti’’Sugeng sang jomblo mulai berimajinasi.
‘’Yah kalau gak dapet cewenya kenalan aja sama kuntilanak,siapa tau ketemu’’Yoga menimpali.
‘’Ah sialan ...mbak kunti cocoknya buat Dimas aja tuh...ha ha ha...........’’Sugeng tidak mau kalah.

Kami sepakat untuk ketemuan di pos tempat biasa kami nongkrong nanti malam sehabis isya.Sebenarnya yang sering kami takutkan dalam menonton acara campursari atau dangdutan adalah sering terjadi bentrok perkelahian.Entah kenapa seperti sudah menjadi tradisi ketika acara sudah hampir tengah malam sering terjadi perkelahian pemuda antar desa padahal masalahnya sepele,kadang Cuma senggolan saat berjoget juga bisa berujung perkelahian.

Adzan isya pun berkumandang,dan seperti yang sudah dijanjikan setelah sholat isya kami harus berkumpul,Waktu itu kami tidak ada yang punya handphone,tidak seperti sekarang ,karena memang saat itu sangat sedikit yang mampu beli handphone.

Aku berpamitan kepada orang tua dan berangkat ke pos ronda menemui teman temanku.Ternyata Aku yang datang paling terakhir,beruntungnya Aku tidak perlu lagi menunggu,jadi tinggal berangkat.Kami mengendarai sepeda motor,seperti cabe cabean ,ya karena motornya Cuma dua jadi Aku boncengan dengan Sugeng dan Yoga ,Dimas,Asep berboncengan tiga.

Jalan yang kami lalui lumayan jauh dan dengan kondisi jalan aspal yang banyak lubang ,bahkan kadang jalan tanpa aspal alias masih tanah,ya memang begitu kondisinya tetapi bagi kami sudah biasa jadi tetap menikmati saja,walaupun saya yakin Asep yang paling belakang berboncengan tiga pasti pantatnya sakit saat sepeda motornya melintas dijalan penuh lubang.

Entah kenapa saat melintas diatas jembatan kami semua terdiam,tidak ada gurauan atau candaan sepatah kata yang keluar dari kami.Ya,mungkin karena rumornya dijembatan ini katanya kalau tengah malam sering ada  wanita cantik yang duduk di atas jembatan dengan pakaian serba putihnya.Tapi sampai selama ini kami belum pernah melihat langsung,walaupun begitu kami menjadi tegang seperti merasakan aura ketakutan yang padahal tidak ada apa apa.

Perjalanan dari pertigaan sekolahan SD desa tempat pesta hajatan sudah dekat dan kami mengambil arah kanan sesuai intruksi Sugeng.Kondisi jalan tanah yang becek dan sedikit berlumpur membuat laju motor tidak bisa melaju kencang ditambah suasana kanan kiri yang begitu gelap karena kanan dan kiri jalan adalah hutan bambu makin menambah suasana horor.

Kumpulan Novel Misteri Horor Seram Misteri Nyata Terbaru


Ketegangan kami mereda saat keluar dari jalan yang gelap karena cahaya langit yang terhalang pohon pohon bambu,kami melintas di jalan dengan kanan kiri area persawahan membuat kami merasa lebih lega.Tidak jauh kemudian kami melihat sebelah kiri kami area pemakaman umum dengan banyak pohon beringin yang tinggi besar makin kuat menambah kesan mistis dan horor.

Pohon pohon waru dengan kokohnya berdiri dikanan dan kiri sepanjang jalan kami melintas,bahkan kami melihat di sebelah kanan jalan juga ada area pemakaman umum lagi.Dimas yang penakut setiap melintasi area pemakaman selalu menutup matanya,takut kalau melihat hantu.

Tidak lama kami memasuki perkampungan dan menemui jalan pertigaan ,kami mengambil arah kanan mengikuti petunjuk janur kuning,setelah melewati perempatan sudah terlihat banyak warga yang lewat,dan kebanyakan mereka jalan kaki.

Suara musik campursari sudah mulai terdengar,rasa tegang dan lelah kami seolah mulai terbayar melihat artis biduan bernyanyi dan bergoyang yang memanjakan mata pria yang melihatnya.Aku perhatikan artis biduannya ada tiga yang dua masih muda sekitar 20 tahun.Kami menikmati sekali sampai Sugeng tidak kuat menahan hasrat untuk joget.Akhirnya Sugeng,Dimas,Yoga dan Asep berjoget didepan panggung.Buat kami yang tidak punya uang untuk nyawer biduannya cukup joget didepan panggung bukan diatas panggung,tapi itu sudah sangat senang.

Jujur saja Aku suka campursari atau dangdut tetapi Aku tidak berani untuk ikut berjoget,selalu ada perasaan malu.Disamping itu Aku lebih tertarik untuk melihat dan mencari penonton cewek,siapa tahu ada yang cantik dan mau diajak kenalan pikirku.Tidak membuang waktu pandanganku menjelajah penonton wanita,barangkali ada yang sesuai dengan kriteria wanita idamanku.

Entah sudah berapa lagu yang dilantunkan,Aku tidak begitu memperhatikannya,sejauh kumemandang tidak juga terlihat wanita cantik yang seperti kuinginkan.Waktu sudah menunjukan jam sebelas malam,jam segini ibu ibu,anak gadis dan anak anak sudah beranjak pulang,kebanyakan hanya tertinggal para pemuda dan bapak bapak.

Teman temanku kulihat masih asyik berjoget seakan tidak mempedulikan rasa lelahnya.Aku yang tadinya mengharapkan dapat kenalan wanita cantik,sirna sudah,para wanita sudah pada pulang.Tiba tiba tidak tau kapan datangnya kulihat ada wanita cantik sekali sudah ada di sampingku.Kupandangi wajahnya cantik dan manis sekali,sungguh ini idamanku ,Aku curi curi pandang sungguh hatiku gugup dan tegang padahal ingin sekali menyapa dan berkenalan.

Seperti tau apa yang Aku rasakan,gadis itu tersenyum dan menyapaku.
‘’Mas kenapa sendirian disini ,kenapa tidak ikut joget bareng teman temannya’’?tanya gadis itu
Aku yang gugup hanya bisa menjawab;’’Enggak apa apa,aku gak suka joget’’.sempat Aku berpikir bagaimana gadis ini tau kalo teman temanku sedang berjoget,padahal gadis ini baru saja datang.Ingin Aku menanyakannya namun kuurungkan.

‘’Gak suka joget kok nonton campursari mas’’?tanyanya lagi.Aku makin bingung mau jawab apa lagi.dia malah menimpali dengan genitnya.
‘’Mau nyari cewek ya....’’?goda gadis tersebut.Sungguh malu sekali ditanya seperti ini,dan baru kali ini ada gadis yang begitu agresif menurutku.Belum sempat Aku menjawab tiba tiba di didepan panggung terjadi keributan perkelahian.Musik campursari langsung dihentikan,kulihat teman temanku terlibat perkelahian,tidak begitu jelas terlihat memang.Sesaat kulihat Sugeng menghantamkan pukulannya hingga membuat pemuda yang dipukulnya jatuh.

Sesaat kemudian Dimas,dan Asep berlari menuju perkiran sepeda motor dan disusul Yoga dan Sugeng terburu buru menaiki sepeda motor.Aku teriak teriak ‘’tungguin aku,tungguin aku’’.Tapi mereka tidak mendengarnya dan Aku ditinggalin.Beruntung para pemuda yang terlibat perkelahian tidak mengenaliku kalau Aku ini teman musuhnya tadi,kalau ketahuan bisa babak belur Aku.

Kemudian Aku teringat gadis yang sedari tadi ngobrol denganku,Kulihat di sekelilingku dia sudah tidak ada ,tidak tahu kemana perginya.Kesal sekali Aku masa aku harus pulang jalan kaki,mana udah tengah malam,bahkan udah bisa dianggap pagi ,sekitar jam 00.30.

Dengan perasaan ragu apakah berani melewati jalanan yang begitu sepi dan menyeramkan,bisa bisa Aku mati dimakan halusinasiku sendiri.Kumantapkan langkahku untuk pulang,perjalanan terasa sangat panjang untuk menghibur diri sendiri kunyalakan rokok.Ahh andai saja gadis tadi tidak menghilang pasti Aku tidak berjalan sendirian begini.

Segala kekesalan dan umpatan untuk teman temanku,tega sekali ninggalin sendirian di antah berantah begini.Sudah lima batang rokok kubakar habis perjalanan masih jauh sekali dengan berjalan kaki.Untuk penerangan Aku hanya mengandalkan senter kecil yang terdapat pada korek gas,kecil memang tapi sangat membantu.

Aku tidak tahu ini sudah jam berapa ,yang jelas ini masih malam.Perjalanan kaki ku telah sampai dimana dikanan kiri jalan banyak pohon waru besar dan lebat,dan tiba tiba senterku mati.Aku langsung panik,jantungku berdetak kencang sekali,suasana angin yang dingin masih membuatku berkeringan.Ingin rasanya berlari tapi Aku sudah kelelahan,dipuncak kepanikanku Aku dikagetkan dengan tepukan dipundak.Aku kaget setengah mati.
‘’Mas ngapain disini’’?
Saat kuberbalik menengok ternyata gadis yang tadi di acara campursari dan Aku menjawab sekenanya saja;’’Aku mau pulang,soalnya tadi ditinggal teman temanku’’.

‘’Aku juga ditinggal teman temanku,mas mau kan nganterin aku pulang?’’ucap gadis tersebut
Tanpa berpikir langsung saja Aku mengiyakan permintaannya itu.
‘’Namaku Arum,nama mas siapa?’’ajaknya berkenalan
‘’Agus ,namaku.kamu kok bisa ketinggalan teman teman kamu padahal waktu di acara campursari tadi Aku tidak lihat teman kamu?’’tanyaku penasaran.
‘’Tadinya bareng teman teman ,tapi mereka pulang duluan katanya ada urusan’’.jelas  Arum
Kami pun mengobrol sebenarnya aku tidak begitu mempedulikan pembicaraan,Aku hanya memandangi wajahnya ,senyumannya begitu sempurna sekali ingin sekali memilikinya.

Baru berjalan sekitar 20 meter kami melihat perkampungan,sebenarnya Aku heran padahal waktu aku berangkat bareng teman teman tidak melihat ada perkampungan di sepanjang jalan yang ada pohon waru besar besar ini.Tapi pikiran itu hanya terbesit apalagi berjalan berdua dengan wanita cantik.

Arum mengacungkan tangannya ‘’itu kampungku dan rumahkan yang paling ujung,yang paling besar diantara rumah yang lain’’terang Arum.Akupun hanya menanggapinya dengan anggukan.

Aku lihat sebelum memasuki kampungnya ada sebuah gapura melingkar,kami pun memasukinya.Jantungku kaget seketika,sesaat setelah memasuki gapura tiba tiba semua terlihat terang seperti layaknya siang hari padahal sebelum memasuki gerbang gapura itu masih gelap yang menunjukan waktu masih malam.Tapi entah kenapa ketika ingin menanyakannya mulutku kaku dan herannya logika dikepalaku merasa seolah ini wajar.

Kulihat rumah rumah disini begitu mewah mewah jauh sekali dengan rumah rumah dikampungku.Tidak lama ada seorang wanita sepertinya ibu ibu tetapi masih terlihat cantik menyapa Arum.

‘’Dari mana Nyai Putri ?’’tanya ibu ibu tersebut.
‘’Dari jalan jalan’’.jawab Arum sekenanya
Aku tidak mengerti kenapa Arum di panggil Nyai Putri dan terlihat dia begitu dihormati sekali,setiap orang menyapanya dengan sebutan yang sama.Ada hal yang mengganggu pikiranku kenapa setiap orang yang Aku temui dikampung ini adalah wanita,kemana para pria dan bapak bapaknya?.

‘’Arum,sepanjang kita berjalan tadi Aku tidak lihat ada laki laki,mereka kemana ya’’tanyaku sopan
‘’Oh itu nanti juga mas tau sendiri’’.Jawab Arum sembari tersenyum.

Akhirnya sampai juga dihalaman rumah paling besar diantara yang lain,sepanjang kulihat dari pertama masuk rumah inilah yang paling mewah dan bagus,halamannya luas dengan bunga bunga yang indah dan aneh.Ya aneh bunga bunga disini dari batang ,daun hingga bunganya berwarna putih.Terlihat seperti mawar hanya saja warnanya yang putih dari batang hingga bunga.

Dari banyaknya rumah hanya rumah ini yang memiliki penjaga di depan rumahnya,tapi anehnya kenapa yang dijadikan penjaga rumah atau satpam itu wanita cantik.Bukannya seorang laki laki.Aku pun masuk dan dipersilahkan duduk.Arum berpamitan hendak mandi dan Aku disuruh menunggu.

Kuperhatikan seluruh perabotan yang ada disini adalah barang mewah semua,kulihat banyak pembantu wanita namun mereka semua tidak ada yang terdengar ngobrol,mereka hanya bekerja.Aku merasa rumah sebesar ini kenapa terasa hening.

Arum akhirnya selesai mandi dan keluar menemuiku.Arum menjelaskan kenapa orang orang dikampung ini memanggilnya Nyai Putri Arum ,itu karena dia adalah seorang putri kepala desa yang dihormati,menurutnya hukum yang berlaku disini adalah hukum kepala desa.

Tidak lama kemudian keluar seorang wanita anggun dan kulihat dikepalanya memakai mahkota,dia terlihat lebih tua dari Arum namun cantiknya hampir sama.Wanita kaget melihatku,dan teriak.
‘’Arum,kenapa kamu membawa laki laki kemari?’’tegas Wanita itu.tidak lama wanita tersebut masuk lagi kedalam.Arum segera menyusul wanita tersebut

Aku lihat mereka seperti sedang berdebat namun tidak terdengar mengeluarkan suara sedikitpun,yang kulihat seperti adegan orang berdebat,adu mulut tanpa suara.Tidak lama mereka keluar dan Arum memperkenalkan wanita tersebut.

‘’Mas,kenalkan ini Nyai Ratu Nilam Waru,dan nyai ini kepala desa dikampung’’ Arum memperkenalkan.Jujur Aku kaget jadi seorang kepala desa disini adalah wanita.

‘’Agus,..Agus namaku...’’jawabku gugup.

‘’Oh Agus,nak Agus suka dengan Putri Arum?’’tanya Nyai Ratu Nilam Waru tanpa basa basi

‘’Iya suka,Arum kan cantik,mana ada si laki laki yang tidak menyukainya?’’jawabku

‘’Kalau begitu kamu harus menikah dengan putriku’’ ucap Nyai Ratu Nilam Waru

‘’Tapi Aku masih sekolah SMK,bagaimana mungkin aku menikah dan aku juga belum bekerja’’jawabku gugup

‘’Saya tidak peduli,sudah menjadi peraturan dikampung ini seorang anak gadis yang membawa pulang laki laki harus dinikahkan atau......’’Tegas Nyai kepala desa

‘’Mas,bagaimana mau tidak nikah dengan Arum? Nanti nyesel lho...’’tanya arum sembari tersenyum

‘’Saya kasih waktu untuk berpikir,kamu harus bisa jawab’’ucap Nyai Nilam Waru sembari pergi melangkah kedalam.

Aku yang dilanda kebingungan semakin pusing,bagaimana tidak Aku ini masih sekolah dua tahun lagi baru lulus,kalau harus menikah nanti bagaimana menghidupi keluargaku.Arum memang cantik,aku takut mengecewakan dia jika harus hidup susah.

Disaat kegalauanklu tiba tiba Arum mengajakku makan.Makanan yang disajikan sungguh menggoda selera,ada nasi,daging,mie goreng,dan banyak lagi makanan dan minuman yang tidak kumengerti namanya apa karena aku baru menemuinya disini.Karena penasaran kucoba semuanya dan rasanya sangat enak.

Setelah makan Arum mengajaku jalan jalan,kali ini seperti bukan diperkampungan lagi melainkan seperti tempat bekerja.Disini baru kulihat banyak laki laki,dan ternyata para pria bekerja disini,mereka sedang mengerjakan proyek membuat bangunan,entah bangunan apa yang jelas sangat besar.

Selain para pria yang bekerja keras menjadi kuli bangunan,terlihat juga ada kuli bangunan yang yang sedang dicambuki ada juga yang sedang dipukuli.Aku tidak tahu apa penyebabnya dan anehnya semua kegiatan pekerjaan kuli bangunan itu terasa hening dan senyap,mereka terlihat bekerja dan berteriak teriak tapi tidak terdengan suaranya.

Disini Arum menemui kepala pekerja terlihat seperti mandor tapi disini yang jadi mandor adalah wanita,dia memegang sebuah cambuk.Aku disuruh menunggu diluar,sementara dia masuk bersama sang mandor kedalam ruangan.Aku yang penasaran mendekati laki laki yang sedang memukul mukul tembok,saat didekati pria itu seperti ingin mengucapkan kata kata tapi tidak terdengar,seperti menyuruhku pergi.

Tiba tiba Arum kembali menghampiriku dia menjelaskan kalau Aku dikasih dua pilihan jika Aku mau menikah dengannya Aku akan dijadikan kepala pekerja atau mandor,dan sebaliknya jika Aku menolak akan dijadikan pekerja kuli bangunan.Dan baru saja dia berucap Aku melihat seorang kuli bangunan yang tadi kudekati dicambuki,dia berteriak kesakitan namun tidak terdengar suaranya.

Aku ingin bertanya kenapa dia disiksa tetapi mulutku kaku,seperti dihipnotis Aku diajak pergi kembali kerumah Arum.Dalam perjalanan aku berpikir jika aku menolak aku akan dijadikan pekerja paksa dan disiksa,dan jika aku menurut aku akan jadi mandor dan kaya.Tapi ada sedikit keanehan yang kusadari ,dikampungku kuli bangunan tidak diperlakukan seperti ini.Ini bertentangan dengan naluriku.

Akhirnya kami sampai dirumah Arum,dan kali ini Arum mengajaku kekamarnya dan aku menurut saja.Aku duduk duduk diatas tempat tidurnya dan memperhatikan keadaan kamar,Arum tiba tiba merebahkan badanku dan tanpa malu malu dia duduk diatas pahaku.Dengan perlahan dia melepaskan semua pakaian yang dikenakannya.Hasrat laki lakiku begitu bergejolak,dia mulai mencumbuku,menciumiku dengan agresifnya.Disaat nafsuku sedang diatas awan dia bertanya.

‘’Gimana mas ,mau kan menikah denganku atau....?’’tanya Arum memaksa.Pikiranku langsung terhenyak dan teringat orang tuaku,seakan tersadar apa yang sedang aku lakukan.

‘’Astaghfirullah’’ucap mulutku.

Keadaan yang tadinya terang langsung berubah menjadi gelap,yang tadinya aku diatas kasur berubah menjadi diatas batu.Keringat dingin mengucur dikepalaku,rasa takut yang begitu mencekam.Belum hilang ketakutanku terdengar suara ketawa khas kuntilanak yang menakutkan

‘’hi..hihihi........hi....’’

Kulihat sesosok bayangan putih melayang mendekat kearahku dan duduk diatas pohon waru didepanku.Bulu kudukku merinding.Belum hilang bayangan putih didepanku,kulihat bayangan putih lagi melayang kearahku dan duduk di atas pohon waru disampingku.Hatiku makin tidak karuan.

Hiiiiihihihihi...hi....hi....

Aku lari sekencang kencangnya tidak peduli jalanan becek,bahkan sandal yang kupakai pun sudah tidak tahu kemana.Sekencang apapun berlari kuntilanak sialan tetap saja dibelakangku,perasaan aku sudah berlari jauh.Bahkan kuntilanak yang muncul makin banyak,yan sungguh mereka ingin aku mati ketakutan.Sambil berlari kulihat dari jauh ada warung dan terlihat ramai banyak yang sedang nongkrong.

Setelah dekat dan sampai Aku bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa,karena untuk menghindari pertanyaan pertanyaan mereka.Aku bermaksud memesan kopi,namun Aku tidak tahu yang mana penjualnya jadi aku Cuma bilang.

‘’Beli....beli kopi’’ ucapku berulang ulang.

Anehnya walaupun disitu banyak orang,kuhitung ada sekitar 6 orang yang sedang nongkrong,mereka cuek,seolah tidak melihatku.Tidak lama kemudian mereka menoleh kearahku serentak dan dengan kompaknya mereka menyeringai dan tertawa.

‘’ha ha haha.......ha.......’’

Aku kaget dan kesel,mereka pikir ini lucu.Mereka tertawa dan kuperhatikan kulit dan daging ditubuh mereka mengelupas dan tinggal tengkorak dan tulangnya saja,...namun masih dalam ekspersi tertawa.Kakiku langsung lemas namun kupaksa untuk berlari lagi.

Karena saking takutnya Aku tetap berlari,tidak tahu sudah berapa kali terjatuh.Badan sudah kotor penuh lumpur tidak peduli.Aku ingat saat berangkat Aku melewati area pemakaman umum,tapi sewaktu pulang kenapa tidak melewati.Aku heran tapi tidak terlalu kupikirkan karena yang terpenting cepat sampai dirumah.

Akhirnya kakiku sudah tidak sanggup untuk berlari lagi,aku terjatuh dan kesakitan.Disaat keputus asaan ini tiba tiba ada nenek nenek sudah berjalan bungkuk mendekatiku.Aku makin takut saja,karena Aku yakin itu bukan manusia,dan benar saja ketika mendekat dia mengulurkan tangannya namun ekspresi mukanya menyeringai menakutkan,yang diikuti suara tertawa...

‘’he....he....he..he hehe.....’’
Kemudian terdengan suara Adzan subuh dan penampakan nenek dan kuntilanak itu menghilang.Dengan sisa sisa tenaga Aku berjalan pulang.Belum sampai kampungku Aku sudah dijemput orang tua dan teman temanku,menurut mereka Aku sudah dicari cari bahkan sampai ditempat acara campursari.

Sejak itu aku kapok nonton acara campursari atau dangdut yang letaknya jauh jauh.Minta maaf jika ceritanya kurang seru.
Sekian cerpen horor atau novel horor cerita hantu nyata ketemu kuntilanak jangan lewatkan kumpulan cerita horor diblog ini